宿玟
2019-05-23 08:07:07
2017年4月26日下午1:35发布
2017年4月26日下午6:32更新

Diskusi Fasilitas Gadai Online Untuk Modal Usaha,Selasa(25/4)。 Foto istimewa。

Diskusi Fasilitas Gadai Online Untuk Modal Usaha,Selasa(25/4)。 Foto istimewa。

雅加达,印度尼西亚 - Sebanyak 44 persen perempuan memiliki keinginan untuk meminjam dana untuk mengembangkan bisnisnya。 Di pihak laki-laki,persentase yang ingin melakukan hal serupa 40 persen。

Sumber dana yang diandalkan selama ini adalah perbankan。 Namun,40 persen perempuan merasakan kerumitan dalam berhubungan dengan bank。 Laki-laki yang mengalami问题yang sama lebih kecil,yaitu 28 persen。

Data di atas dikutip Teguh B. Ariwibowo dari lembaga pembiayaan internasional(IFC)。 首席执行官dan共同创始人usaha rintisan Pinjam.co.id ini menyampaikannya dalam diskusi yang digelar berkaitan dengan Hari Kartini 2017 di Jakarta,Selasa 4月25日。

Pembicara lainnya adalah Angkie Yudistia,首席执行官dan联合创始人Thisable Enterprise dan Rodiatun Gumay,pemilik @gomy_shop dan @minimelsid。 Keduanya adalah nasabah 。

Angkie dan Rodiatun menceritakan pengalamannya mencari modal。 Menurut mereka,dalam membuka usaha,kebutuhan dana cepat baik sebagai modal maupun tambahan modal seringkali menjadi halangan。

“Kami percaya bahwa wanita layak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi diri mereka。 Hambatan-hambatan yang selama ini dialami wanita di dalam mengakses permodalan usaha,sudah sepatutnya ditiadakan guna mendukung peningkatan kompetensi wanita di ruang publik,“kata Teguh。

Itu sebabnya dia dan mitra mendirikan Pinjam.co.id。 sebuah usaha layanan teknologi finansial(FinTech)。 Apalagi saat ini perempuan dalam menjalankan usaha skala mikro,kecil dan menengah banyak memanfaatkan teknologi。 Yang dilakukan usaha rintisan ini adalah fasilitas gadai online bagi mereka yang membutuhkan dana secara cepat。

Beragam barang bisa menjadi jaminan dalam proses gadai online,mulai dari sepeda motor,mobil,komputer,logam mulia dan perhiasan hingga gawai。

BACA:

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia(HIPPI),Suryani Sidik Motik,dalam acara jejaring pemimpin perempuan bertajuk“Integrasi Perempuan dan Teknologi Untuk Indonesia Yang Lebih Sejahtera”yang diadakan oleh Rappler pekan lalu mengingatkan perempuan harus berinisiatif mendaftarkan nama sendiri ketika membuka usaha。

Ia memberi contoh Rumah Makan Ayam Goreng Suharti。 Kasus ini,menurutnya,merugikan kaum perempuan di mana ibu sang pemilik resep harus kehilangan kerja kerasnya setelah bercerai,karena menggunakan nama suami untuk membuka usaha。 Pada awalnya,banyak perempuan tergantung kepada suaminya dalam mencari modal usaha。

BACA:

Berdasarkan数据yang dikeluarkan oleh IFC,pada Maret 2016,di Indonesia terdapat sekitar 700.000 UKM,yang berkontribusi sebesar 22 persen terhadap Produk Domestik Bruto。 Sebanyak 9,1 persen dari UKM itu dimiliki perempuan。

Dari数据tersebut,51持续adalah usaha kecil,dan 34 persen adalah usaha menengah dimiliki oleh perempuan。 Artinya,komposisi UKM杨dimiliki perempuan hampir setengah dari keseluruhan UKM di Indonesia。 UKM yang dimiliki perempuan pun memiliki prospek untuk memberikan keuntungan dengan risiko rendah - Rappler.com