戴墙
2019-05-23 06:12:10
发布时间2017年5月9日上午9点40分
更新时间:2017年5月9日上午9点40分

ILUSTRASI。 Foto diambil dari kemendag.go.id

ILUSTRASI。 Foto diambil dari kemendag.go.id

SAO PAOLO,巴西 - Masyarakat Brasil gemar makanan manis,keju,dan susu kental manis。 Berdasarkan数据Euromonitor国际,penjualan kategori biskuit manis,小吃店,dan makanan ringan rasa buah di Brasil terus meningkat sejak periode 2012-2016。 Pada 2016,penjualan kelompok makanan tersebut mencapai 18,3 miliar Brazilian Reais(BRL)atau setara dengan US $ 6,1 miliar。

Peluang itu dimanfaatkan produsen Indonesia dengan mengikuti APAS Show,pameran produk supermarket terbesar di Amerika Latin yang berlangsung di Sao Paulo,Brasil。 “印度尼西亚mencatat tiga permintaan bagus dari pembeli asal Brasil,Uruguay,Paraguay,dan Bolivia untuk produk wafer rasa coklat,teh,dan kacang,”kata Wakil Kepala Indonesia Trade Promotion Centre(ITPC)Sao Paulo Hendro Jonathan,dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler 。

Pameran tahun ini merupakan gelaran ke-33 kalinya oleh Asosiasi Supermarket Sao Paulo。 Dalam pameran yang berlangsung pada 2-5 Mei 2017 ditampilkan produk dari 700 perusahaan partisipan。

Tahun ini,ITPC Sao Paulo memfasilitasi keikutsertaan dua perusahaan asal Indonesia,yaitu Dua Kelinci dengan produk makanan olahan dan Bukit Perak yang merupakan pemenang Primaniyarta 2007 yang memproduksi sabun dan bahan sabun。

Hendro mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti transaksi dengan para pembeli asal Uruguay dan Venezuela。

“Pameran ini menunjukkan,Brasil merupakan barometer bagi negara lain di kawasan Amerika Latin,”katanya .Di acara yang sama,Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan juga berpartisipasi mempromosikan produk makanan dan minuman Indonesia,termasuk produk usaha kecil menengah orientasi ekspor。

Keripik rasa buah红毛丹,nangka,salak,dan apel buatan UKM diminati超市dan importir produk alami di Brasil。 “Meningkatnya tren gaya hidup sehat di Brasil menciptakan peluang bagi keripik rasa buah asal Indonesia,”kata Hendro。

Selain itu,produk makanan olahan juga berhasil memicu ketertarikan pembeli dari beberapa negara。 Sukses di APAS Show makin memperkuat posisi Indonesia di pasar non tradisional khususnya Amerika Latin。

Dalam pameran itu,印度尼西亚juga membukukan pembelian soap noodles atau bahan sabun,sebanyak 2x20 kontainer penuh,per bulan senilai US $ 50 ribu。

Berdasarkan数据Kementerian Perdagangan Brasil,negeri sepakbola yang khas dengan tarian samba itu mengimpor produk 面包,糕点,蛋糕和饼干等 (HS 1905)sebesar US $ 50 juta pada 2016.Addun ekspor biskuit manis Indonesia ke Brasil terus meningkat dari US $ 7 ribu pada 2012 menjadi US $ 76 ribu pada 2016. - Rappler.com